PERISTIWA

30 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu Teridentifikasi Diserahkan Kepada Keluarga

Foto FAJAR Pewarta | FAJAR • 28 January 2026
30 Jenazah Korban Longsor Pasirlangu Teridentifikasi Diserahkan Kepada Keluarga

BANDUNG BARAT (NN).– Memasuki hari keempat pascabencana longsor yang menerjang Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian.

Berdasarkan data hingga Selasa (27/1/2026), tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat telah mengidentifikasi sebanyak 30 dari total 40 jenazah dan diserahkan kepada pihak keluarga.

“Dari 40 jenazah, sudah 30 yang berhasil teridentifikasi dan seluruhnya sudah kami serahkan kepada pihak keluarga. Sementara 10 jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi,” kata Kepala Bidang Dokter Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Barat Kombes Iwansyah di Posko DVI Polda Jabar, Desa Pasirlangu, Selasa, 27 Januari 2026.

Menurut Iwansyah, tim DVI telah mengupayakan berbagai metode identifikasi terhadap 10 jenazah yang tersisa. Proses tersebut meliputi pemeriksaan sidik jari, ciri-ciri fisik, kondisi tubuh, hingga properti yang melekat pada korban saat ditemukan.

“Kami sudah mengupayakan identifikasi melalui sidik jari, tanda-tanda tubuh, titik-titik tertentu pada tubuh, serta properti yang ditemukan bersama jenazah. Namun, jika masih mengalami kendala, kami melakukan langkah lanjutan dengan pengambilan sampel DNA untuk diperiksa di laboratorium DNA Polri,” beber Iwansyah.

Guna mempercepat proses identifikasi, pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya akibat bencana longsor agar segera melapor ke pos antemortem yang telah disediakan di dekat Puskesmas Pasirlangu. Selain itu, keluarga korban yang telah melapor juga diminta memberikan informasi detail terkait ciri khas anggota keluarga yang hilang.

“Misalnya tanda tubuh yang khas, seperti bentuk jari tertentu, bekas luka, atau ciri fisik lainnya. Kemarin ada contoh ibu jari korban yang sangat khas, itu sangat membantu kami,” jelas Iwansyah.

Selain ciri-ciri fisik, properti pribadi korban juga menjadi bagian penting dalam proses identifikasi. Iwansyah mencontohkan, perhiasan seperti cincin, pakaian, atau aksesori tertentu kerap menjadi petunjuk kuat bagi tim forensik.

“Hubungan kekerabatan yang dekat akan sangat membantu mempercepat identifikasi melalui DNA. Keluarga datang tidak hanya memberikan informasi, tapi juga kami ambil sampel DNA-nya di pos antemortem,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga kini proses pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu masih berlangsung. Proses pencarian sempat terhenti akibat hujan mengguyur langit Cisarua.***

Bagikan Berita Ini: