SENI BUDAYA

Pemkab Sumedang Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Jabar Bangun Kampung Budaya Sumedang Larang

Foto LILIS Pewarta | LILIS • 30 October 2025
Pemkab Sumedang Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Jabar Bangun Kampung Budaya Sumedang Larang

Sumedang, (NN).– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat dalam mewujudkan Kampung Budaya yang mencerminkan karakter, tradisi, dan kreativitas masyarakat Sumedang.

“Pemkab Sumedang akan mendukung dan berkolaborasi dengan rencana Pemprov Jabar membangun Kampung Budaya berciri khas Sumedang,” ujar Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menanggapi rencana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi terkait pembangunan Kampung Budaya Sumedang Larang.

Menurut Dony, Sumedang memang pantas menjadi pusat kebudayaan Sunda sebagaimana tercantum dalam Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sumedang Puseur Budaya Sunda.

“Sumedang adalah pusat budaya Sunda. Nilai-nilai budaya harus menjadi etos kerja dan cara hidup masyarakat,” tegasnya.

Dalam acara Nata Awaruga Jagat Medal Gapura Ekosistem Budaya Kasumedangan, Rabu malam (29/10), Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa pihaknya tengah merancang pembangunan kampung budaya yang akan menampilkan kehidupan masyarakat Sunda masa kini dengan sentuhan tradisi masa lampau.

“Saya mengajak Bupati Sumedang untuk menentukan satu kampung yang siap kami bangun menjadi Kampung Budaya Sumedang Larang, berisi sekitar 200 rumah berarsitektur khas Sumedang. Kampung ini akan menjadi ikon budaya dan destinasi wisata yang mencerminkan kehidupan masyarakat Sunda yang beradab, ramah, dan sarat nilai,” ungkap Dedi.

Dedi menambahkan, pembangunan kampung budaya tersebut akan menjadi simbol reinkarnasi kejayaan Kerajaan Sumedang Larang, sekaligus sarana memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Sunda.

“Kampung budaya ini akan dibangun dengan konsep ekosistem kehidupan Sunda yang menyatukan manusia, alam, dan nilai budaya,” jelasnya.

Di dalam kampung tersebut, pengunjung akan dapat menyaksikan serta ikut terlibat dalam berbagai aktivitas tradisional, mulai dari menanam padi, membuat tahu Sumedang, menenun, membuat opak, hingga menikmati pertunjukan kesenian Tarawangsa pada malam hari.

“Kebudayaan Sunda bukan sekadar pagelaran atau pakaian adat, tetapi harus hidup dalam perilaku dan sistem sosial masyarakat. Itulah yang akan kami wujudkan di Kampung Budaya Sumedang Larang,” tegasnya.

Dedi juga mengajak pemerintah daerah untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal dengan pendekatan modern, termasuk membuka kemungkinan pembentukan desa adat yang kepala desanya dipilih melalui musyawarah adat, bukan semata berdasarkan proses politik elektoral. ***

Bagikan Berita Ini: