Sumedang (NN).– Pemerintah Kabupaten Sumedang menunjukkan komitmen penuh dalam mengawal pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Sumedang. Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir meninjau langsung lokasi pembangunan SR di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Rabu (14/1/2026), usai mengikuti rangkaian Shalat Subuh Berjamaah.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres awal pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Bupati menyampaikan bahwa saat ini pembangunan SR Sumedang telah memasuki tahap persiapan, meliputi pematangan lahan, pengurugan, serta pekerjaan awal lainnya.
Groundbreaking pembangunan Sekolah Rakyat telah dilaksanakan secara serentak secara nasional oleh Presiden Republik Indonesia dari Banjarbaru, Kalimantan Selatan, sehari sebelumnya.
“Saya ingin memastikan langsung bahwa pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang benar-benar sudah berjalan. Alhamdulillah, tahap persiapan sudah dimulai,” ujar Bupati.
Sekolah Rakyat Sumedang dibangun dengan anggaran sekitar Rp234 miliar dan ditargetkan rampung pada Juni 2026 melalui skema percepatan dan akselerasi pembangunan. SR Sumedang merupakan salah satu proyek tahap pertama atau base pertama pembangunan Sekolah Rakyat di Indonesia.
Menurut Bupati, SR Sumedang akan dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap dan representatif. Selain ruang kelas dan asrama, kawasan tersebut juga akan memiliki kantin, lapangan sepak bola, lapangan basket, gedung serbaguna, masjid, tempat ibadah agama lain, clean house, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya.
“Ini bukan sekadar sekolah, tetapi kawasan pendidikan terpadu yang sangat baik. Insya Allah akan menjadi rumah terbaik untuk pendidikan di Indonesia,” tegasnya.
Bupati juga menekankan pentingnya menampilkan identitas lokal dalam pembangunan SR Sumedang. Ia meminta agar ornamen khas budaya Sumedang ditampilkan sebagai ciri pembeda, baik di area gerbang maupun titik-titik strategis lainnya.
“Saya minta ada diferensiasi dan ciri khas Sumedang. Ornamen budaya Sumedang harus terasa, tentu nanti dirancang oleh ahlinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati menyebutkan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat di Ujungjaya tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Keterlibatan tenaga kerja lokal diharapkan dapat dimaksimalkan, baik dalam proses pembangunan maupun operasional sekolah ke depan.
“Ekonomi masyarakat akan semakin dekat. Tenaga kerja lokal bisa terlibat, UMKM tumbuh, dan dampaknya bisa langsung dirasakan,” ungkapnya.
Dari sisi lokasi, SR Sumedang dinilai sangat strategis karena berada di persimpangan Tol Cisumdawu dan Tol Cipali, serta berjarak sekitar 8–10 kilometer dari Bandara Kertajati. Akses menuju kawasan industri dan wilayah strategis seperti Patimban dan Cirebon juga sangat dekat.
Bupati menegaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang akan terus mengawal dan mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat Sumedang agar selesai tepat waktu dan berkualitas.
“Mohon doanya agar pembangunan SR Sumedang berjalan lancar, seluruh pihak yang terlibat diberikan kesehatan dan keselamatan, serta insya Allah dapat selesai sesuai target percepatan pada bulan Juni,” pungkasnya. ***