PENDIDIKAN

Wajah Baru Pesantren: Wapres RI Tinjau Terobosan AI dan Robotik di Kabupaten Bandung

Foto AGUS RAHMAT Pewarta | AGUS RAHMAT • 05 March 2026
Wajah Baru Pesantren: Wapres RI Tinjau Terobosan AI dan Robotik di Kabupaten Bandung

Kab. Bandung, (NN).– Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melaksanakan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Baitul Arqom di Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, pada Rabu (4/3/2026).

Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, yang didampingi Wakil Bupati Bandung, Ali Syakieb. Dalam kesempatan tersebut, Wapres meninjau langsung program digitalisasi pesantren, termasuk implementasi teknologi Artificial Intelligence (AI) dan robotik di lingkungan pendidikan pesantren.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jawa Barat menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendukung program strategis nasional, khususnya dalam membekali para santri dengan penguasaan teknologi AI dan robotik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Bandung menekankan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Ia mengingatkan para santri agar tidak bersikap pasif terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital, sehingga tidak tertinggal dalam persaingan global yang semakin kompetitif.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran mengapresiasi berbagai inovasi yang ditampilkan para santri, mulai dari perakitan robot untuk kompetisi hingga pemanfaatan teknologi AI melalui platform Copilot. Menurutnya, penguasaan teknologi tersebut dapat melatih pola pikir komputasional yang penting bagi generasi masa depan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan Islam, pemerintah juga telah membentuk Direktorat Jenderal Pesantren. Kehadiran lembaga ini diharapkan mampu mengintegrasikan berbagai aspek pengelolaan pesantren, mulai dari perizinan hingga pengembangan kualitas santri secara lebih terarah.

Melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, pesantren diharapkan semakin berkembang sebagai pusat inovasi yang tidak hanya melahirkan generasi cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlakul karimah. ***

Bagikan Berita Ini: